Laman

Kamis, 13 Juli 2023

Tempat Sarapan Enak di Kota Cilegon, Warung Bubur Kampung Telu

Tempat Sarapan Enak di Kota Cilegon, Warung Bubur Kampung Telu 

Tempat Sarapan Enak di Kota Cilegon, Warung Bubur Kampung Telu

Kamu lagi di Kota Cilegon dan cari sarapan?  Pas banget nemu tulisan ini. Tulisan ini tentang pengalaman saya terakhir kali makan di salah satu tempat sarapan enak di Kota Cilegon, warung bubur Kampung Telu. Pengalaman saya kali ini seperti biasa bersama mantan pacar. Istri saya. 

Tulisan ini tepatnya dibuat pada 11 Juli 2023, persis setelah saya selesai sarapan di tempat itu. Memang kali ini bukan yang pertama dan saya masih kagum dengan pelanggannya yang tetap banyak. Berikut ini cerita dan sedikit ulasan mengenai warung bubur Kampung Telu. 

Tempat Sarapan Enak di Kota Cilegon yang Tersembunyi 

Lokasi tempat sarapan enak di Kota Cilegon yang satu ini memang bukan di pusat keramaian. Justru tempatnya malah di tengah-tengah pemukiman warga. Jalannya pun hanya bisa untuk akses sepeda motor. Saya sebut saja tempat ini dengan warung bubur Kampung Telu. 

Alamat atau lokasi tepatnya adalah di Link.  Telu RT.  002 RW. 004 Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.  Mengapa saya menyebutnya dengan warung bubur Kampung Telu? Karena memang sesuai dengan alamatnya, tempat tersebut lebih terkenal dengan nama Kampung Telu. 

tempat sarapan enak di kota cilegon

Akses ke lokasinya sebenarnya sangat mudah. Karena letaknya di tengah Kota Cilegon,  tetapi ada di dalam pemukiman padat penduduk dan juga melalui gang sempit. Jadi, kamu yang mengendarai mobil harus parkir agak jauh dari lokasi. Untuk rutenya, kamu bisa ikuti petunjuk arah dari Google Maps berikut ini. 

Pastikan kamu datang tidak terlalu sore ya, karena warung ini biasanya sangat laris dan di siang hari sudah habis. 

Berbagai Menu Sarapan Enak di Warung Bubur Kampung Telu 

Walaupun tidak sering, saya pernah beberapa kali ke salah satu tempat sarapan enak di Kota Cilegon ini. Pernah dengan Ibu saya dan pernah juga ditraktir oleh istri beberapa kali. Ibu saya juga pernah beberapa kali membawa bungkusan makanan yang dibeli dari warung ini. 

Banyak sekali menu yang tersedia di warung bubur Kampung Telu. Menurut saya menunya sangat khas warga Cilegon asli dan juga rasanya cocok dengan lidah orang Cilegon pada khususnya serta selera orang Indonesia pada umumnya. 

Menu yang tersedia antara lain ada kategori bubur manis. Kategori menu ini terdiri dari bubur kacang hijau, bubur mantang (ubi jalar), bubur ketan, dan bubur sumsum. Uniknya, kita bisa memilih lebih dari satu jenis bubur untuk satu porsi. Dalam satu porsi tersebut, buburnya disiram dengan kuah santan yang sangat gurih. 

Sarapan Enak di Cilegon

Selain bubur manis ada juga kategori menu sarapan yang tidak manis. Menu ini terdiri dari bubur sop, buras (lontong), dan aneka macam gorengan. Ciri khasnya adalah semua menu makanan yang tidak manis ini bisa kita santap dengan sambel kacang encer (saus kacang yang agak pedas) dan juga sambel oncom. 

Warung Bubur Kampung Telu, Tempat Sarapan Enak di Kota Cilegon dengan Harga Murah 

Soal rasanya tentu saja enak dan sudah cocok dengan selera banyak orang. Buktinya setiap kali saya datang ke sini, selalu ramai pembeli. Mungkin saja rasa yang enak bukan satu-satunya alasan warung ini bisa banyak dikunjungi para pembeli. 

Alasan lainnya mungkin adalah soal harga. Ya, harganya memang bisa dikatakan relatif murah dan terjangkau. Aneka bubur, baik itu bubur manis atau bubur sop hanya dijual dengan harga Rp5.000 per porsi. Sedangkan untuk aneka gorengan, harganya mulai dari Rp1.500. Buras atau lontong seharga Rp2.000. Ukurannya pun cukup membuat perut kenyang. 

Segitu dulu ya cerita pengalaman saya mengunjungi salah satu tempat sarapan enak di Kota Cilegon, warung bubur Kampung Telu. Masih ada beberapa tempat sarapan favorit lainnya yang akan saya share di blog ini. 

 
Read More..

Selasa, 08 Maret 2022

Rindu Seorang Pria

 
Rindu Seorang Pria
 
 Rasa cinta pria yang sedang duduk di kursi sebuah warung kopi untuk anaknya terlihat sangat besar, kopinya masih penuh di dalam sebuah cangkir yang terbuat dari kertas, kopinya tidak meresap ke cangkir kertas karena kreativitas si empunya menghalangi daya kapilaritas.
Tapi bukan itu yang dipikirkan oleh pria yang dari tadi duduk di kursi warung kopi sembari memandangi kopinya sendiri. Sudah berkali-kali si buah hati tak menjawab panggilan teleponnya, gelisah hatinya. Gelisah karena rindu, seperti biasa pria itu hanya ingin mendengar suara anaknya.
Dipanggil lagi buah hatinya melalui telepon. Kembali tidak ada jawaban. Diteguknya lagi minuman yang sedari tadi menemani, membuatnya bahagia walau sendiri, membuatnya lupa akan rindu pada buah hati.
Bukan kopi, kopinya masih penuh di dalam cangkir yang terbuat dari kertas.
Kopinya tidak lagi panas.
Read More..

Sabtu, 05 Maret 2022

Pukulan yang Membekas

Beberapa waktu yang lalu saya memukul Ali (lagi), tepat di wajahnya. Alasannya, dia terus menyakiti Fatima, adiknya. Tujuan saya memukulnya agar ia berhenti menyakiti adiknya lagi, tapi mungkin, saya tidak yakin, saat saya memukul Ali, alasan dan tujuannya tidak sepenuhnya untuk hal-hal yang saya tuliskan sebelumnya. Dan saya merasa bersalah akan hal itu. tadinya saya ragu meminta maaf atau tidak kepada Ali. Setelah menulis dan berpikir. Saya pastikan harus tetap meminta maaf kepada Ali untuk sebagian alasan dan tujuan yang bukan untuk Fatima. Yang saya masih ragukan, apakah cara yang saya pakai (memukul) untuk menghentikan perbuatan Ali kepada adiknya dapat dibenarkan. Ternyata sulit menjadi seorang Ayah.

Terima kasih Papah, untuk tidak pernah memukul saya atau setidaknya saya lupa kalau Papah pernah memukul saya karena masih amat sangat jauh  lebih banyak  hal baik yang dapat diingat ketimbang satu atau beberapa pukulan kecil seumur hidup saya.

Read More..

Kamis, 02 Desember 2021

Mereka dan Telaga

Mereka dan Telaga

Lembayung senja di tepi telaga
Cemburu hatiku atas canda mereka berdua
Tak risau maghrib segera tiba,
Lamban layaknya jalan dititi oleh mereka berdua
Sepertinya aku mengerti apa yang dirasa mereka
Lupakan sajalah, semakin aku peduli dibuatnya aku semakin iri

Saat ini, mungkin senyummu lebih indah merona dari lembayung senja, lebih indah dari telaga. Mungkin lebih ceria dari canda dua sejoli itu di tepi telaga. Ah, mereka lagi.
Dibuatnya semakin iri aku oleh mereka.

Saat ini yang ku harap,
Tidak ada lagi telaga di mata cantikmu
Hanya senyum merona
Setenang lembayung senja di atas telaga
Read More..

Rabu, 01 Desember 2021

Malam dan Fajar

Malam dan Fajar


Tampak seperti malam, fajar begitu mulia
Seruan kepadanya semakin membahana, 
Insan yang jelita sepertimu ku mohon bangkitlah segera
Harapanku kau insan yang indah di hadapan Maha Mulia

Tampak seperti malam, fajar begitu anggun
Pastinya bukan tampak dari peraduan
Namun bangkit sebagai insan, tunaikan kewajiban

Jelita... di fajar yang mulia ini sudi kiranya kau mohonkan aku keteguhan dan ketaatan kepada Maha Mulia
Di fajar yang mulia ini kumohon mohonkan aku keteguhan itu

Duhai jelita... bangkitlah segera
Read More..

Sabtu, 28 Agustus 2021

Jelita

Jelita

Duhai jelita...
Kau tau apa yang dilakukan malam pada bintang?
Malam memberikan kesempatan pada bintang yang jauh terbentang bersinar benderang
Duhai jelita...
Kau tau apa yang dilakukan malam pada bintang?
Bintang menerangi malam gelap gulita hingga indah temaram
Ah, kau pasti sudah paham
Yang tidak kau pahami,
Mengapa ada insan yang selalu tak mampu sedikit bersabar menikmati malam dan bintang dalam harmoni
Duhai jelita...
Kau yang membuatku paham akan hal ini
Bintang dan malam ini
Read More..

Jumat, 27 Agustus 2021

Langit Baru Saja Mulai Gelap



Langit baru saja mulai gelap
 
Langit baru saja mulai gelap
Ah, kenapa aku selalu tergoda untuk cepat terlelap?
Bila kau menyegerakan shalat
Mohon doakan aku untuk selalu teguh janji dan taat
Bila kau belum bersedia
Cukuplah bagiku bila kau bersabar hingga antologi apologi ini usai

Langit baru saja mulai gelap
Semakin gelap hingga menghilang ramai
Semakin gelap hingga banyak jiwa merasa damai
Hingga nanti gelap bersanding dengan gulita
Aku akan terjaga
Read More..

Kamis, 26 Agustus 2021

Seribu Puisi Kata Maaf


Seribu Puisi Kata Maaf


Senja ini ku teringat, pernah ada janji yang terucap
Takkan lagi remang ini menimangku,
Takkan lagi lelah ini mengalahkanku,
Takkan lagi gelap ini melelapkanku, 
Kecuali hingga Kau ke peraduan

Senja ini ku teringat, janji itu kembali cacat, 
Kembali kumohonkan maaf,
Jikapun tak cukup hanya dengan seribu puisi
Maafku kan kurangkai dalam antologi
Read More..

Sabtu, 22 Agustus 2020

Kau dan Kopi



Kau dan Kopi

Ini dunia
tanpa ibarat
mudarat atau manfaat
biar mereka yang bersaksi di akhirat
kopi? Bersaksi?
Mungkin, tapi nanti
iya, memangnya apa yang tidak mungkin?
Ada, kau semuda dan secantik dulu lagi
saat ini
mungkin tidak saat ini, tapi nanti
iya, memangnya apa yang tidak mungkin
suatu saat nanti?
Ingin kopi lagi?
Belum ingin, duduk saja dulu di sini
memangnya kau yang ingin mencuci?
Sebanyak ini? Mungkin nanti, lain kali
terima kasih
memangnya apa yang tidak mungkin
suatu saat nanti?
Read More..

Jumat, 19 Mei 2017

Hadiah Ulang Tahun untuk Mamah Ali

Hampir sepuluh tahun saling mengenal, enam tahun masa pacaran ditambah empat tahun usia pernikahan. Saya selalu dibilang tidak romantis sama sekali oleh Mamah Ali. Jika salah satu faktor penilaian keromantisan itu dari hadiah ulang tahun, bisa jadi penilaian Mamah Ali terhadap saya itu benar karena belum pernah ada kado selama sepuluh tahun untuknya.
Satu-satunya hadiah yang pernah saya beri adalah slide foto-foto yang dilatarbelakangi lagu berjudul Selamat Ulang Tahun dari penyanyi Dewi Lestari. Disertai dengan sebuah puisi yang tidak romantis tapi sangat jujur.
sementara saya post slide foto-fotonya saja karena belum tau cara insert video dari aplikasi android blogger. Ini dia slide foto-fotonya:

Read More..

Selasa, 27 September 2016

Catatan Perjalanan: Pantai Tanjung Tum, Anyer

Lagi-lagi catatan perjalanannya ke pantai. Alasan yang paling utama karena rumah kita letaknya ga terlalu jauh dari pantai, jadi ga perlu keluar biaya banyak untuk ongkos. Cukup menempuh perjalanan kurang lebih satu jam mengendarai motor. Lagipula piknik kali ini dan seperti biasanya, budgetnya sangat minim, hehe maklum belum gajian.
Hari senin, saya libur kerja. Awalnya memang ada rencana untuk jalan ke luar rumah karena mamahnya Ali lagi suntuk dan butuh piknik. Tapi kendalanya kita bingung mau ke mana karena ga ada budget buat jalan-jalan. Mamah Ali  alias Si Ratu Lebah nawarin untuk jalan ke pantai terdekat lagi tapi cari yang bisa buat Ali mandi air laut.
Saya setuju ajakan Mamah Ali, langsung deh siang menjelang sore itu kita siap-siap sebentar untuk ke pantai mengendarai si Belalang Tempur kesayangan. Sedari awal di perjalanan, saya memang sudah menargetkan untuk mencari kawasan pantai tanjung tum yang biasa dipakai acara-acara oleh pemerintahan Banten atau institusi lain. Alasannya pantai ini memiliki kawasan pesisir yang amat luas, sehingga dapat leluasa melakukan kegiatan apapun termasuk piknik.
Lebih kurang setengah jam perjalanan, tibalah kita di pantai tanjung tum. Benar sekali, sesuai dengan harapan kita. Pesisir luas untuk tempat bersantai, sedikit area pantai untuk mandi air laut dan suasana yang teduh karena banyak pohon kelapa di pesisirnya. Pertama kali menginjakkan kaki, kita langsung mengincar pantai karena ingin ajak Ali mandi air laut. Tapi sungguh sayang sekali, ternyata Ali masih saja takut sama suasana pantai dan laut. Mungkin karena dia melihat hamparan luas lautan yang megah dan mendengar suara deburan ombak yang belum biasa dia dengar. Berkali-kali kita ajak dia untuk turun mandi air laut tetap saja dia masih belum berani, bahkan hingga dipaksa. Ali sama sekali tidak berani sekalipun hanya bermain pasir pantai. Tapi tidak masalah, masih ada lain kesempatan. Kita masih ada banyak waktu untuk melatih keberanian Ali.
Akhirnya kita memilih bermain di pesisir pantai yang berumput, luas sekali diselingi pohon kelapa dan saung-saung untuk piknik. Saya bermain dengan Ali, foto-foto, lompat-lompatan di rumput. Ali cukup senang. Mudah-mudahan Mamah Ali pun demikian. Lebih dari satu jam kita bermain. Rasanya sudah cukup.
Setengah jam perjalanan pulang tidak begitu terasa karena mungkin hari senin, jadi jalanan tidak terlalu padat dipenuhi oleh wisatawan luar kota. Semoga piknik singkat kali ini membahagiakan Ali dan Mamahnya.

Read More..

Minggu, 29 Mei 2016

Bagian-Bagian Pompa Sentrifugal

Pada posting sebelumnya telah dibahas secara ringkas mengenai pompa sentrifugal. Dalam posting kali ini akan dibahas mengenai bagian-bagian pada pompa sentrifugal. Pompa sentrifugal memiliki beberapa bagian penting yaitu sebagai berikut:

1. Casing
Casing pada pompa sentrifugal didesain berbentuk diffuser yang mengelilingi impeller pompa. Diffuser ini lebih sering dikenal dengan volute casing, berfungsi untuk mengurangi kecepatan aliran atau flow fluida yang masuk ke dalam pompa. Di bagian outlet pompa, volute casing didesain berbentuk corong agar dapat mengkonversikan energi kinetik menjadi tekanan dengan cara menurunkan kecepatan dan menaikkan tekanan. Hal ini juga dapat membantu mengurangi tekanan hidrolik pada shaft pompa.

2. Impeller
Impeller adalah bagian yang berputar dari pompa sentrifugal. Impeller berfungsi untuk mentransfer energi dari putaran motor menuju fluida yang dipompa dengan cara mengakselerasi fluida yang dipompa dari tengah impeller ke luar sisi impeller. Desain impeller bergantung pada kebutuhan akan tekanan, kecepatan aliran, dan kesesuaian dengan sistem yang ingin diterapkan. Ada berbagai macam jenis desain impeller diantaranya tipe tertutup, tipe terbuka, tipe single flow, tipe mix flow, tipe radial, tipe single stage, tipe non clogging dan tipe multi stage.

3. Shaft (Poros)

Poros pompa adalah bagian pompa yang mentransmisikan putaran dari sumber gerak seperti motor listrik ke pompa. Pompa sentrifugal dengan efisiensi terbaik, gaya bending poros/shaftnya terdistribusikan secara sempurna ke seluruhbagian impeller pompa.

4. Bearing

Bearing pada pompa berfungsi untuk menahan (constrain) posisi rotor relatif terhadap posisi stator sesuai dengan jenis bearing yang digunakan. Salah satu bearing yang digunakan pada pompa adalah journal bearing yang berfungsi untuk menahan gaya berat dan gaya-gaya yang searah dengan gaya tersebut.

5. Kopling

Pada dasarnya kopling berfungsi untuk memghubungkan dua shaft. Di mana yang satu adalah poros penggerak dan yang satunya adalah poros yang digerakkan. Kopling yang digunakan pada pompa tergantung pada desain sistem dan desain pompa itu sendiri. Macam-macam kopling yang biasa digunakan pada pompa antara lain kopling rigid, kopling fleksibel, grid coupling, gear coupling, disc coupling dan elastrometic coupling.

6. Sistem Packing

Sistem packing pada pompa adalah untuk mengontrol kebocoran fluida yang mungkin terjadi di antara perbatasan bagian rotor dan stator. Sistem sealing yang biasa digunakan pada pompa sentrifugal ialah mechanical seal dan gland packing.

Read More..

Jumat, 27 Mei 2016

Pompa Sentrifugal

Pompa Sentrifugal
Pompa adalah suatu alat atau mesin yang berfungsi untuk memindahkan fluida (cairan) dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara memberikan energi pada fluida dan berlangsung secara terus menerus. Pompa beroperasi dengan prinsip membuat perbedaan tekanan antara bagian masukan (suction) dengan bagian keluaran (discharge), dengan kata lain pompa berfungsi untuk mengubah tenaga mekanis dari suatu penggerak menjadi tenaga kinetis untuk menggerakkan fluida. 
Salah satu jenis pompa adalah pompa sentrifugal. Pompa sentrifugal bekerja berdasarkan prinsip gaya sentrifugal yaitu benda yang bergerak secara melingkar atau melengkung akan mengalami gaya yang arahnya keluar dari titik pusat lingkaran/lintasannya, besarnya gaya tersebut tergantung pada massa benda, kecepatan benda, dan jari-jari lengkung lintasannya. Penjelesan cara kerja dari pompa sentrifugal adalah sebagai berikut: Impeller digerakkan oleh suatu penggerak (motor listrik, mesin uap, turbin uap) melalui sebuah poros yang sudah terhubung, pada bagian samping dari impeller dekat dengan poros dihubungkan dengan sebuah saluran isap (suction) dan cairan masuk ke dalam impeller melalui saluran tersebut. Karena impeller berputar maka cairan yang terdapat di dalam impeller pun ikut berputar, berdasarkan prinsip gaya sentrifugal maka cairan didesak keluar melalui saluran keluaran (discharge).


http://artikel-teknologi.com/wp-content/uploads/2012/09/20120902-044515-PM.jpg
Read More..

Minggu, 15 Mei 2016

Catatan Perjalanan : Pantai Menara Bojong, Anyer

Pagi yang cerah ini jadi kali pertama saya, Ali dan ibunya (Si Ratu Lebah) untuk piknik keluarga. Rencana sih sudah oke tapi persiapannya yang kurang matang. Kurang matang karena kita ga bawa tikar, karpet atau sejenisnya yang umum dipakai sebagai alas untuk piknik. Terus kita juga ga bawa bekal makanan untuk dimakan di tempat piknik. Tapi kurangnya persiapan ga mengurangi antusiasme saya untuk piknik. Ga tau deh kalo si Ali dan Ibunya, keliatannya sih sama antusiasnya.

Sebelumnya saya sudah pernah ke Pantai Menara Bojong ini. Area pasir pantainya sangat sempit tapi ombaknya tenang, jadi sangat cocok untuk Ali mandi di laut untuk pertama kalinya.
Piknik keluarga untuk pertama kalinya dimulai, kita berangkat dari rumah jam setengah tujuh pagi mengendarai motor. Perjalanan kita tempuh melalui jalur lingkar selatan cilegon yang ternyata jarak tempuhnya sama saja bila kita melewati cigading, hanya saja kendaraan-kendaraan besar lebih sedikit yang lalu lalang di jalur ini. Kira-kira satu jam perjalanan kita sudah tiba di Pantai Menara Bojong. Biaya masuknya murah, cukup membayar sepuluh ribu rupiah saja untuk satu motor.

Setibanya di pantai, Ali tampak sedikit tegang. Dia memang biasa kaya gitu kalau di tempat yang baru dikunjungi, tegang dan sama sekali ga mau lepas dari pelukan ibunya. Padahal ibunya cukup senang melihat pemandangan pantai lagi setelah sekian lama. Malah tingkah takutnya Ali sempat ngebuat mood ibunya jadi jelek di pantai itu. Setelah berfoto-foto, kita langsung sarapan nasi uduk yang tadi kita beli di perjalanan menuju pantai. Saat sarapan suasana mulai cair karena Ali udah terbiasa dan mulai ceria, ditambah lagi ada kucing di area pesisir pantai yang bikin Ali makin ceria. Ibunya juga ikut ceria. Sayangnya kita dan Ali belum bisa mandi di laut karena air laut sedang pasang, saya sih kecewa karena dari awal niatnya ingin ngajak Ali mandi air laut. Tapi ya sudahlah mudah-mudahan lain kali bisa, untungnya Ali dan ibunya juga ga terlalu kecewa amat. Kelihatannya mereka cukup senang udah bisa jalan-jalan ke pantai.

Setelah puas main-main dan berfoto ria di pesisir pantai serta monumen nol kilometer anyer-panarukan (yang masih jadi kontroversi) kita langsung pulang  dengan badan yang lelah karena satu jam perjalanan pulang rasanya cukup jauh buat kita tapi tentu saja dengan pikiran yang cukup segar karena ga kurang piknik lagi. :-)

Read More..

Saat Sudah Hilang, Barulah Terasa Sangat Berharga

Ali...
Waktu umur kamu kira-kira 2 sampai 4 bulan, kamu seneng banget digendong dan dipeluk. Waktu bayi seumuran kamu ga betah dibedong, kamu malah harus dibedong supaya bisa tidur. Mungkin biar terasa dipeluk jadi kamu harus dibedong. Lama kelamaan, kamu udah ga mau dibedong biar bisa tidur tapi harus dipeluk dan digendong beneran. Lumayan sulit juga ini Li... kalau kamu tidur setidaknya lima jam berarti Mamah harus gendong kamu selama lima jam juga. Itu waktu yang ga sebentar lho... pegel-pegel mamah dibuatnya.
Sesekali papah juga ga tega lihat mamah kaya gitu dan akhirnya papah juga kebagian harus gendong dan peluk kamu supaya bisa tidur. Ga jarang papah yang ketiduran duluan daripada kamu. Akhirnya tetep aja mamah lagi yang turun tangan. Mamah yang super.
Sekarang umur kamu udah satu tahun, kebiasaan tidur kamu udah lama berubah ga mesti dipeluk dan digendong lagi, tapi sekarang mah mesti nyusu ke mamah. Kasian mamah, sampe sekarang tidurnya jarang nyenyak karena sering kebangun sama kamu yang ngerengek minta susu.
Sejak kebiasaan tidur kamu berubah, papah yang bebas ga perlu gendong kamu lagi biar bisa tidur, sampe suatu sore kamu ngajak maen papah ke pinggir kali deket komplek. Kamu lagi seneng-senengnya maen di luar. Sekedar liat-liat kebun kacang, pohon-pohonan, maen sama temen, liatin kali, atau liatin kebo yang lagi digembala. Tapi sore itu beda, kamu lemes banget gara-gara seharian belum tidur. Maen aja. Sore itu, kamu bengong aja sambil liatin kebo tapi kurang antusias kaya biasanya. Papah juga bosen liat kamu bosen kaya gitu, jadinya papah cari temen ngobrol deh. Ga lama papah ngobrol ama penggembala kebo eh kamu tidur. Iya, kamu tidur di gendongan papah, tepat di pelukan papah. Awalnya biasa aja. Tapi setelah papah selesai ngobrol dan penggembala kebonya pulang, papah inget saat-saat kamu harus digendong dan dipeluk biar bisa tidur. Rasanya menenangkan dan menyenangkan buat papah. Mungkin waktu itu juga kamu ngerasain hal yang sama. Sekarang mana mau kamu tidur kaya gitu lagi. Kesempatan kaya gitu sangat langka, dulu gendong dan peluk kamu dua jam aja udah pegel, tapi sekarang papah malah kangen meluk dan gendong kamu... kebiasaan tidur kamu udah beda. Cepat atau lambat kamu bisa tidur sendiri tanpa ditemenin mamah atau papah.
Papah tau banyak sekali kesempatan yang diberikan untuk papah dan mamah untuk deket sama kamu dalam waktu yang sangat singkat. Tapi kita sering lupa karena sudah terbiasa. Padahal kesempatan-kesempatan itu amat sangat berharga dan akan bener-bener terasa berharga saat kita udah merasa kehilangan.
Read More..

Sabtu, 09 April 2016

Surat untuk Ali (2)

Nak...
Mamah pernah mengirimi papah pesan singkat yang isinya kira-kira begini: "mamah betul-betul butuh bantuan papah untuk menjaga ali", jelas saja. Kamu sangat sulit sekali diatur, sama seperti bayi aktif pada umumnya. Lalu langsung terlintas di benak papah kalau aktivitas menjaga kamu itu bisa jadi suatu cobaan atau ujian juga buat papah dan mamah. Ujian macam apa? Oke, kalau ujian kesabaran itu sudah pasti nak karena seperti yang papah tulis sebelumnya di atas, seperti bayi pada umumnya, kamu itu sulit sekali diatur, sangat aktif seperti tidak mengenal rasa lelah, papah mamahmu yang masih muda ini saja kewalahan menghadapi keaktifan kamu apalagi Enin dan Engkong... kamu sudah pandai berjalan, banyak hal yang ingin kamu ketahui tapi belum mengerti perkataan orang dan lagi belum bisa berbicara, lengkaplah sudah. Kamu ingin sesuatu, papah mamah tidak mengizinkan tapi kamu tidak mengerti perkataan papah dan mamah jadilah salah satu ujian kesabaran. Kamu ingin sesuatu, kamu belum bisa berbicara dan lagi Papah dan mamah tidak mengerti keinginanmu, jadilah ujian kesabaran lagi... sampai sekarang papah dan mamah kamu ini masih terus belajar sabar menghadapi ujian semacam ini...Ada lagi ujian yang tampak samar, ini ujian rasa cinta... kamu tahu nak... seringkali aktivitas menjaga kamu itu jadi hal yang menjengkelkan tapi tidak jarang pula aktivitas menjaga kamu malah menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan, sungguh sangat menyenangkan hingga terkadang lupa kepada Dzat yang menitipkan kamu kepada papah dan mamah. Iya nak, idealnya dan selayaknya cinta kita memang untuk Sang Maha Pencipta. Di situlah letak ujiannya, papah takut terlalu cinta kepada kamu, padahal hakikatnya kamu bukan milik papah dan mamah, kamu hanya titipan dari Allah yang harus dijaga sebaik mungkin. Papah dan mamah jangan sampai gagal di ujian yang ini. Papah dan mamah harus mencintai kamu karena Allah...

Read More..

Jumat, 08 April 2016

Surat untuk Ali (1)

Nak...
Akhir2 ini papah sering merasa sedih karena beberapa kenangan yang terlintas di ingatan papah, kasih izin  papah buat cerita ya...Pertama, kenangan tentang Engkong. Sejak kamu dalam kandungan mamah, banyak hal yang bikin papah takut. Rasa takut untuk menerima tanggung jawab atau titipan yang besar, biasanya papah selalu menghindar buat hal yang seperti ini, memikul tanggung jawab yg besar. Hidup papah selalu dipenuhi hal-hal mudah dan sepele malahan hal-hal yang orang anggap sepele pun seringkali merepotkan papah, bisa dibilang papah ini pengecut. Tapi papah selalu melawan rasa takut untuk menerima kehadiran kamu, buktinya sampe sekarang papah masih bertahan di sini sama kamu nak, walaupun dengan segala keterbatasan daya dan upaya papah. Lalu hubungannya dengan kenangan tentang engkong adalah papah merasa dulu mungkin engkong juga merasakan hal yang sama dengan perasaan papah sekarang. Perasaan memikul tanggung jawab yang besar. Ini sulit nak, sangat sulit, setidaknya untuk orang yang lemah seperti papah. Papah harap dulu engkong lebih kuat dari papah dan nanti kamu juga lebih kuat dari papah. Berbaik sangkalah ke papah nak, di sini papah tulis banyak tentang tanggung jawab bukan berarti menganggap kamu sebagai beban atau tidak menganggap kamu sebagai anugerah. Oke, mungkin lain waktu papah coba jelaskan perasaan papah saat menjelang kedatangan kamu. untuk sekarang kamu cukup tau kalau papah sayang kamu, sayang sekali. Sungguh.Kembali ke perasaan sedih papah karena kenangan tentang engkong, mungkin walaupun papah jelaskan panjang lebar dan papah beri contoh sekalipun kamu belum akan mengerti sekarang, tapi tidak masalah, suatu saat kamu bisa baca tulisan ini dan ga akan bertanya-tanya lagi tentang perasaan papah. Papah seringkali kesulitan membuat kamu tersenyum nak, mungkin engkong juga sering merasakan hal yang sama terhadap papah. Papah seringkali tidak berdaya untuk membuatmu nyaman nak, mungkin engkong juga sering merasakan hal yg sama terhadap papah. Papah selalu kesulitan membuat membuat kamu bahagia, mungkin engkong juga sering merasakan hal yg sama terhadap papah. Tau di mana hal menariknya nak? Perasaan gagal itulah yang membuat papah bertahan untuk terus berjuang membuat kamu tersenyum, membuat kamu nyaman dan membuat kamu bahagia. Saat kamu tersenyum, saat kamu nyaman dan saat kamu bahagia. Kamu harus tau kalau papah juga bahagia, bahkan sangat bahagia. semoga Engkong jg merasakan hal yang sama biar kenangan ini jadi kenangan yang ga bikin papah sedih lagi. Jadi kenangan indah.
Yang kedua, ini soal kenangan papah sama mamah nak. Masih seputar senyuman dan kebahagiaan. Ceritanya begini, papah dan mamah kamu masih pengantin baru, kita tamasya ke pantai naik motor berdua, naik motor tua. Mamah memang suka sekali pantai, hari itu rencananya kita mau ke pantai carita, pantai bagus yg terakhir kali dikunjungi mamah saat masih SMP. Sayangnya kita berangkat terlalu siang jadi pantai yang dicari ga ketemu dan kemaleman pula di jalan pulang, ditambah lagi hujan deres. Semula kita neduh Dulu di mesjid, tapi karena takut kemaleman dan di perjalanan sepi akhirnya kita terobos aja hujannya. Jas hujan cuma ada satu, tentu saja mamah kamu yang harus pakai. Hujan sangat deres, papah dan mamah kedinginan, motor kita sempat masuk lubang beberapa kali karena genangan air hujan yg bikin lubang jalanan ga keliatan dan yang paling parah motor sempat mogok satu kali, untungnya masih bisa jalan lagi. singkat cerita, kita tiba dengan selamat sampai kosan dengan kondisi kedinginan. Seingat papah, mamah langsung membuatkan papah teh manis hangat. Hangat sekali, mungkin ditambah ketulusan dan cinta hingga makin hangat. Begitulah ceritanya... hal yang membuat papah merasa ini adalah kenangan sedih adalah, di momen ini papah benar2 merasakan kelemahan diri papah untuk memikul tanggung jawab melindungi mamah. Di momen itu papah merasa gagal melindungi mamah dari hujan, dari kedinginan dan dari rasa takut akan rintangan dalam perjalanan. Tapi tenang nak, papah masih bertahan untuk terus berusaha melindungi mamah. Walaupun kenyataannya hingga kini mamah yg selalu menjaga kita. Menjaga papah dan kamu nak. 
Papah rasa udah terlalu banyak tulisan ini buat kamu nak, papah cukupkan saja sekelumit curahan hati papah tentang engkong dan mamah kamu yang belakangan ini selalu terlintas di pikiran papah. Lain kali papah nulis lagi.
Read More..

Sabtu, 22 Agustus 2015

Catatan Perjalanan : Dataran Tinggi Dieng

Perjalanan kali ini merupakan perjalanan pertama saya dengan Si Ratu Lebah yang statusnya sekarang sudah menjadi istri saya :-) Perjalanan ini semacam bulan madu yang tertunda karena rencananya perjalanan ini dilakukan di tahun sebelumnya namun Allah berencana lain dengan memberikan kita titipan berupa janin di rahim Si Ratu Lebah. Jadi, akhirnya kita sepakati bersama untuk menunda perjalanan demi menjaga kesehatan janin dalam kandungan Si Ratu Lebah.

Jalan-jalannya kita putuskan untuk ke Dataran Tinggi Dieng. Padahal sebelumnya kita berencana untuk ke Bromo namun karena pertimbangan biaya dan kebetulan di Dieng sedang ada festival akhirnya kita memilih ke sana. Setelah melalui diskusi panjang lebar, kami memutuskan untuk menitipkan Sang Buah Hati yang masih tujuh bulan ke Neneknya di Bogor. Awalnya sih sangat menyenangkan bisa jalan-jalan cuma berdua, nostalgia masa pacaran. Tapi karena Si Buah Hati masih menyusu ternyata jalan-jalan kita selalu dibayangi perasaan khawatir.

Perjalanan dimulai dari Bogor, setelah kita menitipkan Si Buah Hati di rumah Neneknya. Kita menuju terminal Baranangsiang untuk naik Bus Sinar Jaya jurusan Wonosobo, kita bernasib kurang baik saat itu. Tidak ada bus eksekutif yang berangkat jadi mau tidak mau harus menumpang bus ekonomi non ac. Si Ratu Lebah benar-benar komplain dan kecewa karena perjalanan berangkat yang sangat lama dijalani dengan ketidaknyamanan karena terpaan dinginnya angin malam dan penuh asap rokok. Perjalanan memakan waktu lebih kurang dua belas Jam. Jam tujuh malam dari Bogor, tiba di Wonosobo Jam tujuh pagi. Dan ternyata, dari terminal Wonosobo menuju Dataran Tinggi Dieng pun memakan waktu cukup lama kurang lebih dua jam perjalanan naik mobil. Sangat melelahkan.

Tapi perjalanan yang melelahkan itu terasa hampir lunas terganti sebelum kita tiba di homestay karena kita mengunjungi Telaga Menjer terlebih dahulu. Pemandangan telaga yang dikelilingi bukit tersebut amat sangat menyejukkan mata yang tadinya sudah sangat lelah. Semakin menyejukkan saat kita menyusuri telaga dengan menaiki perahu motor. Subhanallah... indah sekali. Setelah cukup puas berada di Telaga Menjer kita langsung diantar ke homestay dan disarankan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat wisata yang lain.

Sore harinya kita diajak berkeliling ke Telaga Warna yang katanya warnanya bisa berubah tergantung jumlah alga jenis tertentu yang lebih banyak tumbuh berkembang, pada musim hujan warnanya akan berbeda dengan musim kemarau. Mulai dari Telaga Warna ini barulah terasa ramai sekali pengunjungnya. Tentu saja ramai karena saat itu di Dataran Tinggi Dieng ada festival budaya. Dari Telaga Warna kita diantar menuju Dieng Plateau Theatre, di tempat ini kita bisa menyaksikan film dokumenter mengenai Dieng setelah itu kita juga dipandu mendaki bukit ratapan angin (agak lupa namanya), di bukit ini kita dapat melihat panorama Dieng yang indah dan tiga telaga yang mempesona. Ratu Lebah terlihat cukup senang tapi sedikit sekali kita mendokumentasikannya lewat foto karena malas mengantri foto di spot yang bagus. Pengunjungnya ramai sekali. Hampir maghrib kita diantar pulang ke homestay dan dianjurkan segera beristirahat untuk persiapan besok pagi-pagi sekali mendaki bukit sikunir yang terkenal dengan golden sunrisenya.

Esok harinya jam dua pagi kita berangkat menuju Bukit Sikunir. Diantar dengan minibus kira-kira satu jam perjalanan dari homestay dilanjutkan dengan dipandu berjalan kaki selama kira-kira dua jam untuk menuju spot terbaik menyaksikan golden sunrise di Bukit Sikunir. Ramai sekali. Ratu Lebah terlihat lelah dan lapar pastinya. Bosan dia menunggu terlalu lama hanya untuk berfoto di spot yang indah. Alhasil dia menyeduh mie instant untuk mengganjal perut dan menunda lapar. Setelah puas menyaksikan pemandangan matahari terbit yang layaknya emas, kita dipandu menuruni bukit untuk kembali ke homestay dan makan siang. setelah makan siang kita dianjurkan oleh guide untuk...

*tulisan ini terpaksa dihentikan karena saya sudah lupa urutan waktunya... mohon maaf. tapi tetap saya putuskan untuk dipublikasikan. semoga menginspirasi.

*diedit pada 20 Agustus 2020

Read More..

Kamis, 14 Agustus 2014

Kata yang Dituliskan

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya, menulis adalah pekerjaan untuk keabadian. Baru itu saja pepatah yang saya ketahui tentang betapa pentingnya sebuah tulisan, bahkan sangat penting. Buktinya firman-firman Allah pun dituliskan oleh manusia sekalipun Allah telah menjanjikan akan memelihara firman-firman tersebut (Al-quran) hingga akhir zaman, mungkin saja itu salah satu cara Allah, wallahualam.

Tentang tulisan, tiba-tiba saja pikiran acak saya memecah lamunan. Seberapa banyak halaman jika saya menuliskan setiap detil hidup saya hingga saya mati? Seberapa banyak tinta yang dihabiskan jika saya menuliskan setiap detil hidup saya hingga saya mati? Mungkin saja jika saya pandai menulis dan mengingat setiap kejadian dengan baik akan ada lebih dari seribu halaman, tapi jika saya kurang pandai menulis dan mengingat mungkin lima ratus halaman pun tidak sampai. Pernah membaca novel atau buku-buku setebal lima ratus hingga seribu halaman? Berapa lama kira-kira untuk habis membacanya. sehari? seminggu? sebulan? setahun? yang pasti jauh lebih singkat dari usia si penulis yang menuliskannya.
Pikiran acak saya semakin menjauhkan saya dari lamunan, singkat sekali ternyata hidup kita ini, jika dituliskan maka untuk habis membacanya hanya butuh waktu tidak akan lebih dari satu bulan jika dibaca secara rutin. Saya bukan mengajak untuk membuat tulisan seumur hidup atau membaca setiap tulisan manusia di muka bumi. Kesimpulannya jika harus menulis maka tuliskan apa saja yang akan bermanfaat bagi si pembaca di kemudian hari. Kata-kata yang dituliskan akan mampu mengubah dunia. Kalau bukan seluruh dunia, mungkin "dunia"nya suatu golongan, kalau bukan "dunia"nya suatu golongan, mungkin "dunia"nya seseorang.
Read More..

Kamis, 07 Agustus 2014

Pakaian Baru untuk Lebaran

Tahun ini saya merayakan lebaran dengan istri, sebagai kepala keluarga, keluarga yang sangat kecil dengan istri saya sebagai anggotanya dan saya sebagai kepala sekaligus merangkap sebagai anggota. Sudah 26 kali saya merayakan lebaran, tapi sedikit sekali yang berkenang. Lebaran, begitu saya menyebutnya untuk Hari Raya Idul Fitri. Hal yang selalu terbayang bila kata lebaran disebut adalah budaya konsumtif masyarakat Indonesia, setidaknya dari pengalaman saya. Salah satu contoh yang dapat diambil untuk menunjukkan budaya konsumtif saat menjelang lebaran adalah belanja hal-hal yang serba baru khususnya pakaian, entah siapa yang memulai budaya tersebut. Tahun ini untuk pertama kalinya saya benar-benar kurang antusias untuk mengikuti budaya tersebut namun tetap terasa ada hal yang kurang lengkap bila belum memiliki pakaian baru. Sulit memang menghilangkan kebiasaan.

Akhirnya, demi memenuhi hal yang terasa kurang lengkap tadi saya memutuskan untuk membeli dua buah baju dan sepasang sandal. Legalah saya karena terasa lengkap untuk menyambut lebaran. Ada hal yang menarik saat saya membeli pakaian baru untuk lebaran tersebut, banyak pertokoan yang menawarkan potongan harga malah potongan harga besar-besaran atau bahkan bonus barang tertentu untuk membeli sejumlah barang tertentu. Pikir saya, apa istimewanya lebaran bagi pengusaha pertokoan tersebut? ah, mungkin saja mereka mau berbagi di penghujung bulan Ramadhan ini. Bisa juga karena pertokoan tersebut ingin menghabiskan stok barang dagangannya sehingga tidak mengapa untuk memberikan potongan harga besar, untung hanya sedikit yang penting laris. Atau saya bisa lebih skeptis lagi dengan menganggap saya telah dibujuk oleh pemilik pertokoan tersebut dengan iming-iming potongan harga yang besar padahal harga di hari-hari biasa pun harganya memang segitu, aji mumpung. Semoga saja kemungkinan pertama yang benar.
Read More..